Selasa, 21 Mei 2013

Bahaya Mencabut Bulu Hidung

             Mencabut bulu hidung. Hal sepele ini terkadang kita lakukan (terutama laki-laki) baik secara sadar ataupun tidak.
Mungkin menurut Anda adalah hal biasa-biasa saja, atau mungkin sudah masuk kedalam rutinitas Anda setiap hari, apalagi kalau bulu hidungnya sudah mulai keluar dan kelihatan.
Karena kita cenderung harus menjaga penampilan, maka bulu hidung adalah salah satu faktor penyebab kita merasa tidak PD, padahal bulu hidung yang keluar dari hidung Anda tidak mungkin panjang lebih dari 1,5 cm, karena Tuhan telah menciptakan bulu hidung ini sesuai dengan takarannya.

Teman, pernahkah Anda bersin di tempat yang banyak debu?, itulah fungsi bulu hidung, yaitu penyaring (filter) partikel-partikel kecil (debu) yang masuk kedalam hidung kita, sehingga partikel-partikel ini tidak begitu saja masuk kedalam sistem pernafasan kita yang berakhir di paru-paru dan membuangnya lewat bersin.

Partikel-partikel ini terkadang membawa bakteri, virus dan benda asing yang sangat berbahaya bagi tubuh kita. Namun dengan adanya bulu hidung ini, maka bakteri, virus, dan benda asing tersebut di netralisir dengan adanya membran mukosa di bulu hidung.
Lalu apa yang terjadi apabila kita mencabut bulu hidung?, karena kulit dan membran mukosa berada diantara bulu-bulu hidung, maka ketika kita mencabut bulu hidung tersebut maka ada kulit dan membran mukosa yang sobek sehingga pada akhirnya akan terjadi infeksi dikarenakan fungsi hidung yaitu tempat keluar masuknya udara yang tentu saja terkadang tidak bersih.
Seperti yang dilansir tribunnews.com, bahwa ternyata struktur anatomi hidung di mana terdapat pembuluh darah di area jembatan hidung (nasal bridge) yang langsung menuju otak, dan akan berkumpul dengan berbagai pembuluh darah balik lainnya.

Daerah dari area jembatan hidung (nasal bridge) hingga sudut mulut dinamakan “segitiga kematian” atau “triangle of death” karena infeksi di tempat tersebut dapat langsung menjalar ke otak dan menyebabkan gumpalan di sinus kavernosus. Dengan alasan yang sama, kita sebaiknya menghindari segala bentuk intervensi yang melibatkan area segitiga tersebut, termasuk tindakan mencabut bulu hidung.
Bahkan menurut Dr Roestiniadi Djoko Soemantri SpTHT KL (Dokter spesialis telinga, hidung, tenggorok, dan kepala leher RSU dr Soetomo). Rasa sakit yang terasa ketika hidung terkena infeksi ini tidak akan membuat tidur kita nyenyak (karena sakitnya yang luar biasa). Infeksi di daerah hidung ini nantinya akan membengkak dan menjadi bisul , bisul di dalam hidung tak bisa sembuh sendiri. Jangan coba-coba pula mengobati sendiri bisul tersebut. Pasien disarankan segera berobat ke dokter. ”Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik,” jelasnya.

Masih menurut Dr Roestiniadi Djoko Soemantri SpTHT KL yang di lansir dari Batam Pos : Antibiotik diperlukan untuk mencegah pasien mengalami radang otak. Sebab, di area di atas bibir terdapat pembuluh darah yang langsung mengarah ke otak. ”Luka di area tersebut memungkinkan bakteri atau kuman lain masuk ke tubuh dan menyerang otak,” ujarnya
Memang ternyata tanpa kita sadari bahwa dengan mencabut bulu hidung akan berbuntut maut, orang awam seperti kita patut untuk berhati-hati agar tidak mencabut bulu hidung, karena dapat menyebabkan infeksi dan radang otak.

Lalu bagaimana kalau bulu hidung kita kepanjangan? kan malu keliatan. Berikut ini tips dari saya, agar Anda tidak perlu sibuk mencabut bulu hidung.



 http://sovianchoeruman.wordpress.com/2010/05/25/mmencabut-bulu-hidung-berbuntut-maut

Selasa, 14 Mei 2013

Cara Menghilangkan Bekas Luka Secara Alami



             
            Sebagian orang tidak PeDe dengan bekas luka yang terlihat di tubuh mereka. Seperti bekas luka cacar, bekas jerawat, lecet atau luka karena teriris benda tajam. Menghilangkan bekas luka memanglah tidak mudah.
           Tak jarang jika beberapa orang memakai berbagai produk lotion khusus, bahkan ada juga yang nekat melakukan operasi plastic atau laser agar kulit menjadi mulus kembali tanpa memikirkan biaya yang akan dikeluarkan.
             Apakah anda tahu? Menggunakan bahan tradisional lebih baik karena efek samping hanya sedikit malah ada yang tidak ada efek sampingnya sama sekali. Biayanya pun terjangkau. Dalam blog saya akan menyajikan beberapa cara untuk menghilangkan bekas luka.


MENTIMUN

Buah ini tidak hanya mengandung vitamin C dan potassium yang digunakan untuk menangkal radikal bebas, tetapi juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi dan menyegarkan. Tidak heran, banyak produk yang menggunakan mentimun sebagai bagian penting dalam perawatan kulit baik untuk mengencangkan, melembabkan kulit, mengatasi jerawat, dan bahkan untuk menghilangkan bekas luka pada kulit.
  • Cuci mentimun sampai bersih
  • Potong mentimun menjadi kecil-kecil
  • Haluskan dengan lender atau ditumbuk
  • Oleskan pada bekas luka dan biarkan sepanjang malam
      Lakukan dengan rutin agar mendapat hasil yang maksimal


      MADU 

      James F Balch dan Phyllis A. Balch, dalam Prescription for Nutritional Healing menganjurkan untuk menggunakan madu yang masih alami. Oleskan madu secara merata pada luka. Tunggu selama 20-30 menit. Kemudian bilas dengan air hangat. Agar hasil maksimal lakukan beberapa kali sehari


      DAUN MINT

      Daun mint adalah sebuah tanaman herbal yang banyak digunakan untuk berbagai produk seperti odol, obat kumur maupun minyak angin. Selain itu, daun mint juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan kulit. Daun mint juga sering digunakan untuk membantu jerawat, luka bakar, dan bahkan juga ampuh untuk menghilangkan bekas luka.
  • ·Ambil beberapa lembar daun mint 
  • Cuci hingga bersih 
  • Haluskan hingga membentuk scrub 
  • Oleskan ke luka anda


BAWANG PUTIH

Jika bekas luka anda sudah menjadi keloid, Anda tidak perlu khawatir karena efek anti-proliferasi yang terdapat pada bawang putih dapat menekan pertumbuhan kolagen dan menekan perkembangan dari keloid.
  • iris atau parut bawang putih
  • oleskan irisan atau parutan tersebut ke bekas luka keloid
  • biarkan hingga kering dan bilas dengan air hangat.
·         Lakukan secara rutin agar luka keloid tidak terus membesar dan bekas luka tersebut hilang. 


       TEH HIJAU

Teh hijau mengandung antioksidan yang memiliki kekuatan 200 kali lebih hebat dari vitamin E dan sudah terbukti dapat mengurangi aktivitas hormon penyebab jerawat, mengurangi peradangan pada kulit, mengontrol produksi minyak serta menghilangkan bekas luka yang ditimbulkan akibat jerawat. Selain dikonsumsi sebagai minuman, daun teh hijau dapat juga dijadikan toner
  • basahi kapas atau handuk kecil dengan air daun teh hijau yang sudah diseduh
  • usapkan kapas atau handuk kecil tersebut pada bagian luka yang sudah dibersihkan.